oleh

Pengusaha Pukat Trawl di PPSB Gabion Kebal Hukum, Kapalnya Besar Pukatnya Merusak Habitat Laut dan Resahkan Nelayan

Belawan,1newstvgroup.com – Pengusaha pukat harimau Trawl tampak semangkin di depan tak terjamah hukum, selain kapalnya besar alat tangkap pukatnya dinilai merusak habitat laut selat Malaka.
Sesuai amatan media online ini, Selasa (26/04/2022) jumlah kapalnya banyak berpangkalan di pelabuhan perikanan samudera (PPSB) Belawan Gabion.

Meskipun telah ada larangan pukat harimau Trawl yang hingga kini masih berlaku seperti Kepres RI No 39, Permen KP No 71 bahwa, izin alat tangkap trawl (pukat harimau) mauoun sejenisnya tidak dikeluarkan oleh pemerintah RI akias dikarang keras.

Begitu juga Pemerintah daerah, akan tetapi itu bukanlah masalah bagi pengusaha pemilik kapal Trawl yang ada di Gabion karena semua bisa diatur dengan hepeng pada sejumlah oknum aparat dan instansi terkait ke pelabuhan perikanan, sementara petugas yang berwenang untuk menangani kapal kapal Trawl hanya diam melihat dan membisu.

Besar dugaan seperti PSDKP yang di Gabion Belawan serta aparat yang terkait dan berwenang bertugas di perairan pantai laut selat malaka juga diam.

Masyarakat pesisir pantai setiap hari cuman bisa menduga-duga dan bertanya-tanya kenapa terjadi pembiaran atau kerja sama yang baik sehingga timbul dugaan masyarakat ada pungli rutin pengusaha Trawlnya sukses, petugasnya gendut sedabgkan laut pantai Selat Malaka menjadi gersang terumbu karang, habitat rusak

Padahal ada ancaman tentang illegal fishing yang hukumannya 5 tahun ke atas bagi kapal-kapal yang alat tangkap di larang juga tidak memilki ijin tapi kenyataannya semua tinggal mimpi satu orang pun petugas yang bertugas selalu menghindari saat hendak dikonfirmasi terkait masih maraknya kapal pukat trawl di Gabion baik dari pihak AP2GB maupun instansi terkait PSDKP dan PPSB Gabion.(Gito/red02).

Komentar