Presiden Jokowi Perintahkan Anggota Kabinet Efektifkan Kebijakan Di Tengah Kenaikan Harga Komoditas

Jakarta 1newstvgroup.com– Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah memerintahkan anggota Kabinet untuk membuat kebijakan yang efektif di tengah meningkatnya inflasi dan kenaikan harga komoditas di tingkat global.

“(Harga) sembako sudah mulai naik. Kita harus tetap waspada terhadap ketersediaan pasokan pangan dan energi, terutama menjelang Idul Fitri. Untuk itu, seluruh peserta yang hadir di sini, anggota kabinet, seluruh Menteri dan Pimpinan Lembaga, harus membuat kebijakan yang efektif. Tanggapan kami, kebijakan kami, dan pernyataan kami harus mencerminkan rasa krisis. Kita harus berempati dengan beban rakyat.” kata Presiden dalam arahannya pada Sidang Kabinet Paripurna, Selasa (04/05), di Istana Negara, Jakarta.

Presiden mengatakan bahwa tingkat inflasi meningkat di berbagai negara. Amerika Serikat mencatatkan inflasi 7,9 persen, Uni Eropa mencatatkan inflasi 7,5 persen, dan Turki mencatatkan inflasi 54 persen. Kenaikan inflasi berdampak pada kenaikan harga energi, termasuk bahan bakar minyak di Indonesia.

“Situasi ini memaksa kami untuk menaikkan harga BBM. Karena itu, kemarin (harga) Pertamax naik. Untuk itu, kita harus waspada, setiap hari dan setiap minggu, untuk terus menghitung harga gas dan, selain harga energi, harga pangan. Kedua hal tersebut sangat penting untuk kita pantau, dan kita harus selalu menyinkronkan langkah-langkah kita agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan kebijakan,” kata Presiden.

Presiden juga telah memerintahkan anggota Kabinet untuk memperhatikan detail pekerjaan dan mensosialisasikan kebijakan dengan baik kepada publik.

“Kita harus merumuskan kebijakan yang efektif, segera merespons, menunjukkan kepemimpinan kita di lapangan, dan membuat pernyataan empati kepada rakyat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga memerintahkan anggota Kabinet untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi mudik tahun ini karena permintaan masyarakat terhadap mudik tahun ini sangat tinggi. Presiden memerintahkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kementerian Perhubungan untuk mempersiapkan pelaksanaan mudik dengan baik.

“Jangan sampai salah dalam menyiapkan jalur mudik yang sesuai. Kita harus meminimalisir kemacetan saat eksodus dan eksodus mundur. Kita harus menghitungnya dengan cermat. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, semua orang ingin mudik tahun ini. Jadi, kita harus melakukan persiapan ekstra,” kata Presiden.

Terkait bantuan sosial, Presiden meminta agar Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan tunai minyak goreng segera dicairkan sebelum Idul Fitri. Menurut Presiden, bantuan sosial sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk perayaan Idul Fitri dan untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari.

“Uang sebesar Rp 300.000 itu sangat dibutuhkan masyarakat menjelang Idul Fitri untuk membeli minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya. Saya ingin mengingatkan bahwa kita juga harus memperhatikan program cash for work (Padat Karya). Dalam situasi sulit ini, kita membutuhkan penciptaan lapangan kerja yang masif,” kata Presiden.
(FID/UN) (RI/MMB/CN)

Artikel yang Direkomendasikan

Comment

error: Content is protected !!