oleh

Diduga RDKK Kelompok Tani Kec Lubai.Kab Muara Enim Fiktip. Mafia Pupuk Leluasa Melakukan Aksi nya.

Lubai Muara Enim Inewstvgroup.com- Petani didesa Kota Baru . Desa Menanti, Dan Desa Aur Kec. Lubai .Kab. Muara Enim.Mengaku bahwa Kelompok Tani Tidak Pernah Membuat RDKK Halini Juga di akuwi Oleh kordinator Penyuluh Kecamatan Lubai”. Saat awak Media Mendatangi kantor nya.

“Ya kami Hanya enter data lama Jelas Suyatman Kordinator Penyuh Kec Lubai

Halini Sangat disayangkan, Karna perbuatan Oknum yang diduga tidak sesuai aturan Berakibat pada Terjadi nya Penyaluran pupuk Subsidi yang tidak tepat sasaran.Oleh Kiyos Sumber Tani

Bahkan Petani yang terdaptar dikelompok tani Mengeluhkan tinggi nya harga pupuk Subsidi dikios resmi Rp 150.000 Orea /Sak dlm kemasan 50 kg.

Dan Parah nya Lagi ” Petani RO 46 th. Mengatakan Bahwa Pupuk Subsidi dikota baru ini dijual bebas. Dengan Harga tinggi.
Diduga Kuat halini Merupakan Perbuatan Melawan Hukum. Karna Jelas
Pendistribusian pupuk bersubsidi diatur oleh Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian secara nasional mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47/Permentan/SR.310/12/2017 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk bersubsidi.

Pemerintah memberikan pupuk bersubsidi kepada para petani dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Pemberian pupuk bersubsidi ini haruslah memenuhi enam prinsip utama yang sudah dicanangkan atau disebut 6T, yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu.

Berapa tokoh Masyarakat yang tidak mau disebut nama nya Berharap Kepada Penegak Hukum Kejaksaan Dan Kepolisian dapat Melakukan Penindakan agar tidak terkesan ada Pembiaran. Juga Berharap Kepada Aparat yang Berwenang Agar Bisa Menindak tegas Kiyos dan Oknum PNS Didinas Pertanian yang Terlibat didalam Permaian Pupuk Subsidi.
(Redâ„¢)

Komentar