oleh

Kapoldasu Sudah Menetapkan Kelima Sebagai Tersangka dalam Tenaga Kerja Migran Ilegal

Medan 1newstvgroup.com- Kasus Pekerja Migran Indonesia Ilegal (PMI) kini telah ditetapkan menjadi lima tersangka demikian dikatakan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak didampingi Kajatisu, Idianto dan Direktur Kriminal Umum, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja Sik. saat paparannya di Mapolda Sumut, Kamis (24/3/2022).

Kapoldasu juga mengatakan, untuk mencari pekerjaan sampai ke Malaysia sebagai Tenaga Kerja Indonesia TKI mau pun tenaga kerja wanita TKW harusnya melalui agen yang resmi jangan ada yang illegal, ujarnya.kapolda Sumut.

Lanjut Kapoldasu, ada sebanyak 86 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) di perairan Tanjung Balai berhasil diselamatkan ke Mapoldasu dan dua orang dinyatakan meninggal dunia, berkat kerjasama Polres Asahan, Basarnas, Angkatan Laut, Polairud dan para nelayan, ujarnya.

Adapun ke dua pekerja migran yang meninggal dunia tersebut Maria (43) warga Nusa Tenggara Timur dan Basman (53) warga Sulawesi Selatan.
Kapoldasu menjelaskan, para pekerja migran berasal dari berbagai propinsi di Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) 27 orang, Nusa Tenggara Barat (NTB) 10 orang, Jawa Barat (Jabar) 6 orang, Jawa Timur (Jatim) 19 orang.

Lampung 1 orang, Sulaweai Selatan (Sulsel) 11 orang, Banten 2 orang, Sumut 3 orang, Jawa Tengah Jateng 6 orang dan Jambi 1 orang,

Sementara itu, dari kasus pekerja migran ilegal ditetapkan menjadi 5 (lima) tersangka dengan perannya masing- masing yaitu H alias S , RD selaku anak buah kapal, DS selaku mekanik, kemudian RD juru masak dan RR pelaku pemilik tempat penampungan dan masih ada yang lainnya masuk Daftar Pencarian Orang DPO

Dari keterangannya, tersangka S mendapat upah atau komisi senilai lima juta rupiah dan dua puluh juta rupiah dari agen dengan menahkodai kapal para pekerja migran untuk menyeberang dari perairan Asahan sampai tujuan ke Malaysia.
Untuk para korban PMI akan di pulangkan ke propinsi asalnya dengan bekerjasama antar polda-polda dan BP2MI untuk mengungkap kasusnya, tindakan kejahatan ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Panca.

dikenakan kepada pelaku pasal 81 sub 83 UU 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia dan pasal 2 undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberatan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman 10 tahun penjara,

Bahwasan nya Soal dana Jutaan yang di berikan Kepada Oknum Pemnas itu tidak benar ada sampai puluhan Juta ungkapan dan Bantahan yang mereka katakan melalui WhatsApp itu Tidak benar .

Red

Komentar