oleh

Masyarakat Adat Pulau Buru Berharap Pemerintah Tidak Menutup Pintu Dapur Mereka

Namlea Inewstvgroup.com– Berkaitan dengan adanya Penyisiran Tambang Emas Gunung Botak pada hari rabu tanggal 9 februari 2022, Masyarakat Adat Pulau Buru mengkhawatirkan pintu dapur atau piring makan mereka nihil dari sesuap nasi. Hal ini dikarenakan atas dampak dari pandemi covid-19 yang semakin hari melumpuhkan perekonomian masyarakat. 09/02/2022

Perihal diatas dapat dibenarkan atas situasi dan kondisi negara indonesia yang saat ini disibukan dengan sepak terjang covid-19 yang merongrong kehidupan bangsa dan masyarakat indonesia dari berbagai segi kehidupan khususnya perekonomian.

Senada dengan beberapa situasi dan kondisi diatas masyarakat Adat Pulau Buru bersama-sama dengan Beberapa tokoh yakni; Persekutuan Masyarakat Adat (Soar Pito-Soar Pa), LSM PJ. Aliansi Peduli Lingkungan, dan Mahasiswa Pemerhati Lingkungan Kabupaten Buru, dengan niat yang begitu besar mereka ingin menyampaikan harapan mereka.

Permintaan dan harapan dari Masyarakat Adat dan beberapa Beberapa tokoh pemerhati masyarakat di Pulau Buru;

Meminta kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan Kabupaten Buru dan khususnya kepada Bapak Kapolda Maluku (Irjen. Lotharia Latif) bahwa dalam memenuhi kebutuhan selama puasa dibulan suci ramadhan dan lebaran idul fitri agar diberi kesempatan masyarakat untuk bekerja di gunung botak, sambil menunggu baik IUP maupun IWPR dari Pemerintah Pusat.

Seperti tertuang dalam surat Permintaan masyarakat Adat pulau buru, terkait Penundaan Penyisiran Gunung Botak, yang memuat lima (5) point sebagai berikut;

1.Meminta kepada Bapak Kapolda bahwa dalam memenuhi kebutuhan selama Puasa dan bulan Suci Ramadhan dan lebaran Idul Fitri agar diberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat melakukan pekerjaan di gunung botak.

2.Meminta kepada Bapak Gubernur Maluku agar dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat adat supaya bisa melakukan pekerjaan pengelolaan emas di gunung botak seperti biasanya.

3.Masyarakat adat bersama TNI dan POLRI serta masyarakat yang melakukan pekerjaan pengelolaan emas di gunung botak agar menjaga keamanan dan ketertiban demi terwujudnya rasa aman dan damai untuk seluruh pekerja yang ada di gunung botak dengan mengutamakan kearifan lokan dan ramah lingkungan.

4.Meminta kepada seluruh pekerja yang ada di gunung botak agar selama melakukan aktivitas di gunung botak tidak diperbolehkan membawa serta menggunakan senjata tajam dan mengonsumsi minuman keras.

5.Sambil menunggu regulasi baik IUP maupun IWPR dari Pemerintah Pusat, maka dari itu pekerjaan pengelolaan emas di gunung botak bisa diberikan kesempatan kepada masyarakat.

Mengikuti pemantauan Wartawan INEWSTVGROUP.COM bahwa di dalam Petuanan Kaiyeli
Persekutuan Masyarakat adat (SOARPITO SOARPA) LSM PJ Aliansi Peduli Lingkungan Dan
Mahasiswa Pemerhati Lingkungan kabupaten buru datang ke Hadapan bapak Gubernur Maluku Murad Ismail

Permohonan untuk Audiensi
Kepada
Yth. Bapak Gubernur Maluku
Di Ambon
Dengan hormat
Salam sejahtera untuk kita sekalian, teriring salam dan doa semoga kita semua dalam
lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, dalam melaksanakan aktifitas keseharian kita, Aamiin.
Sehubungan dengan kejadian masalah kemanusiaan dalam hal ini penembakan.

Yang yang dilakukan oleh Oknum Brimob (AB) kepada salah satu masyarakat adat buru ( MN) dan penertiban atau pemberhentian aktifitas masyarakat diareal tambang gunung botak yang dilakukan oleh.

Polres Pulau Buru, maka dari itu kami bermaksud melakukan audiensi dengan tatap muka bersama Bapak.
Demikian Permohonan kami, besar harapan mohon kiranya ditindak lanjuti atas
kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Waeapo, 10 Februari 2022

(SONI BEHUKU)

Komentar